Material Pokok pada Kontruksi Bangunan Apartemen

  • Whatsapp
Apartemen

Pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan hasil positif setiap tahunnya telah menarik Investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, salah satunya di bidang properti. Banyak investor asing berinvestasi di bidang properti mulai dari pabrik, jalan tol, hingga apartemen. Apalagi di kota yang padat penduduknya seperti Jakarta dan Surabaya. Hal ini tentu menjadi peluang emas bagi para investor untuk menawarkan kepada masyarakat yang hidup di kota besar sebuah hunian yang nyaman di tengah kota dengan fasilitas lengkap.

Material Pokok pada Kontruksi Bangunan Apartemen

Tentu saja sebelum membangun sebuah apartemen, para investor melakukan survei terlebih dahulu, mulai dari memilih lokasi yang strategis, birokrasi, hingga bahan material yang akan digunakan untuk membangun dari harga apartemen. Berikut merupakan bahan material yang sering kita jumpai pada kontruksi apartemen :

Batu Bata

Material jenis ini memang umum digunakan untuk membangun sebuah bangunan. Batu bara ini perlu anda ketahui terbuat dari tanah liat yang di bakar sampai dengan berwarna agak merah. Namun seiring dengan penggunaan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun dan penggunaannya pun kini lebih banyak digantikan dengan material yang memiliki karakteristik hampir sama seperti batu bata. Namun dengan harga lebih murah dibandingkan dengan. Tapi tentu saja kekuatan dan ketahanan batu bata paling bagus dibandingkan lainnya. Harga batu bata sekitar Rp.3.500 per buah.

Genteng

Genteng dari tanah liat bisa dibilang paling populer di Indonesia. Sebagai jalan keluar, ada juga asbes dan metal yang ringan, akan tetapi akan cepat menghantarkan panas ke dalam rumah. Kini, ada juga genteng dari bahan plastik, karet daur ulang, dan serat selulosa yang lebih ramah lingkungan serta relatif aman saat terjadi gempa. Selain itu ada juga genteng aspal, genteng keramik, dan sirap kayu. Kalau rumah Anda memiliki konsep minimalis, cek 5 jenis genteng yang sesuai untuk rumah minimalis berikut.

Pasir

Bahan material yang wajib ada selanjutnya adalah pasir. Pasir digunakan sebagai urugan, mortar, plester dinding, hingga sebagai campuran beton. Pasir memiliki banyak jenis dengan fungsi yang berbeda – beda, mulai dari pasir beton, pasang, elod, dan pasir merah. Namun, terkadang kita juga mengalami kesulitan untuk menemukan harga yang sesuai dipasaran, karena harga pasir di satu toko dengan toko lainnya berbeda. Pasir pada umumnya dijual per rit atau per truk. Harga pasir 1 truk sekitar Rp.1.300.000 untuk kualitas yang bagus.

Sedangkan untuk kualitas standar biasanya harga pasir 1 rit atau 1 truk di jual dengan harga kisaran Rp.1.000.000. Ada juga takaran perkubik yang memiliki harga sekitar Rp.130.000 hingga 230.000 dan untuk takaran 1 pick up di hargai Rp.270.000 – 530.000 tergantung kualitasnya.

Kayu dan Bambu

Selain digunakan untuk konstruksi, kayu juga sering digunakan untuk lantai, dinding, kusen, dan tangga. Sementara bambu, dibutuhkan untuk proses pembangunan.

Pipa

Meskipun material jenis ini tidak digunakan untuk pembentukan dinding, atap, atau fondasi bangunan, namun pipa juga memiliki peran penting dalam kontruksi sebuah apartemen. Pipa berfungsi sebagai penghubung saluran air dan saluran pembuangan kotoran. Bahan Material yang umumnya terbuat dari PVC memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap suhu rendah dan tinggi sehingga bisa mengalirkan air dengan sangat baik. Harga pipa berkisar antara Rp.13.000 – Rp.2.300.000 tergantung ukuran dan tipe pipa.

Metal

Metal biasa digunakan sebagai kerangka kontruksi bangunan besar seperti gedung perkantoran dan apartemen. Ada beberapa jenis metal yang bisa digunakan sebagai kerangka bangunan yaitu baja dan titanium. Baja biasa digunakan sebagai kerangka karena memiliki karakteristik kuat, tahan lama, dan fleksibel. Sedangkan titanium sering digunakan untuk struktur bangunan, titanium lebih bagus dibandingkan dengan baja sehingga tidak heran jika harganya lebih mahal dibandingkan dengan baja.

Semen

Material ini merupakan bahan yang harus ada ketika membangun sebuah bangunan. Semen berfungsi sebagai bahan untuk merekatkan batu bata satu sama lain, selain itu semen juga digunakan untuk melapisi batu bata agar bangunan terlihat lebih halus dan rata. Terdapat beberapa merk semen yang tersedia di pasar Indonesia, mulai dari semen holcim, semen tiga roda, hingga semen gresik. Harga semen pun bervariasi tergantung dengan kualitasnya, biasanya harga semen berkisar antara Rp.230.000 hingga 540.000.

Cara Menghitung Bahan Bangunan Per Meter Persegi

Kalau sudah tahu bahan bangunan yang akan digunakan untuk membangun harga apartemen terbaru, punya denah serta desain bangunan yang akan dibangun, saatnya melakukan kalkulasi. Apabila anda menggunakan jasa kontraktor, pada umumnya diperhitungan ini dilakukan oleh kontraktor bangunan. Anda hanya tinggal terima beres saja. Namun, tidak ada salahnya apabila anda mencoba berhitung, untuk dapat mengira-ngira berapa banyak bahan yang diperlukan dan besarnya biaya. Hal pertama yang harus dapat dilakukan merupakan menghitung luas bidang yang akan dibangun selanjutnya dikalikan dengan jumlah bahan bangunan.

Contohnya, untuk menghitung kebutuhan bata ringan atau hebel pada ruangan berukuran panjang 7 meter, lebar 5 meter dan tingi 3 meter sebagai berikut :

  • Tinggi ruang x keliling ruang 3 m x 24 m = 72 m². Nah kebutuhan bata ringan aerasi sama dengan bata ringan aerasi x luas dinding 0,086 m² x 72 m², di sini tarik kesimpulan dari hasil keselurahan merupakan 6,12 m³ sehingga dibulatkan menjadi 7 m³.
  • Apabila harga bata ringan 750 ribu per meter kubik, maka dana yang perlu Anda siapkan adalah 750 ribu dikalikan 7 m³, yaitu 5 juta 250 ribu (belum termasuk semen perekat dan biaya pemasangan).

Related posts